Kamis, 12 Juli 2012
“Mengapa Bebek Menguik & Elang Terbang”?
Suatu ketika, Harvey Mackay (sang pembicara motivasi) sedang menunggu antrian taksi di sebuah bandara. Lalu, sebuah taksi mengkilap muncul & mendekatinya.
Sang supir taksi pun keluar dgn berpakaian rapi, & segera membukakan pintu penumpang.
kemudian memberi Harvey sebuah kartu & berkata,"Nama saya Wally, silakan membaca pernyataan Misi saya."
Harvey kemudian membaca kartu tersebut:
“Misi Wally: Mengantar pelanggan ke tempat tujuan dgn cara tercepat, teraman,& termurah dalam lingkungan yg bersahabat.”
Harvey terkejut, terutama setelah ia melihat bagian dlm taksi sangat bersih.
Di balik kemudi, Wally berkata:
“Apakah Anda ingin Kopi? Saya punya yg Biasa & tanpa Kafein.”
Harvey pun berkata “Tidak, saya ingin minuman ringan saja.” ternyata Wally menjawab,
“Tak masalah, saya punya pendingin dgn Coke biasa dan Diet Coke, air, serta jus jeruk.”
Dgn terkagum2, Harvey berkata “Saya mau Diet Coke saja.”
Setelah memberikan Diet Coke, Wally pun kembali menawarkan
“Jika Anda ingin membaca, saya punya The Wall Street Journal, Time, Sports Illustrated dan USA Today."
“Apakah kau selalu melayani pelanggan seperti ini, Wally?” Tanya Harvey.
Dulu Saya Suka mengeluh seperti kebanyakan supir taksi. Kemudian saya mendengar Wayne Dyer di radio yg mengatakan bahwa ia baru saja menulis buku berjudul ‘You’ll See It When You Believe It’.
Ia mengatakan bahwa jika Anda bangun & mengharap hal buruk terjadi, maka itu hampir pasti terjadi.
Dan Ia berkata lg, ‘Berhenti mengeluh! Berbedalah dari pesaing Anda.
Jangan menjadi BEBEK..Jadilah ELANG..
BEBEK menguik & mengeluh.
ELANG membumbung tinggi diAngkasa.’
Cerita Wally sungguh inspiratif. Ia memberi layanan sebuah limo dari sebuah taksi, melipatgandakan penghasilan,karna ia memilih tuk menjadi Elang & bukannya Bebek.
Mengeluh tidak merubah Nasib jadi baik,malah jadi tambah sulit. Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.
(sumber: Skyin Colour).
~ Kitab Ester ~
Nama Tuhan sama sekali tidak tercantum dalam kitab Ester, namun demikian umat-Nya dapat melihat dan mengalami karya-karya besar-Nya.
Ester adalah seorang gadis Yahudi yatim piatu,dipakai Tuhan untuk menjadi penyelamatkan orang Yahudi dari kebinasaan..,kemudian Ester menjadi ratu yang berpengaruh & dikasihi Raja Ahasyweros di Persia.
Tuhan adalah Raja di atas segala raja, Ia menggenapi rencana penyelamatan umat Tuhan dan melaksanakan penghukuman bagi Haman bin Hamedata yang jahat.
Tuhan menjaga hidup Mordekhai & seluruh orang Yahudi dari rencana pembantaian.Tuhan mengaruniakan harta,jabatan & kasih karunia yang besar untuk Mordekhai krn kesetiaan & ketaatan pada Tuhan.
Melalui peristiwa penyelamatan inilah kemudian dirayakan sebagai hari raya Purim.
yaitu hari perayaan sukacita atas pembalikan keadaan yang terjadi pada bangsa Yahudi pada zaman Ester, dari rancangan pemusnahan suatu bangsa menjadi kemenangan besar.
>>Karena Mordekhai, orang Yahudi itu, menjadi orang kedua di bawah raja Ahasyweros, dan ia dihormati oleh orang Yahudi serta disukai oleh banyak sanak saudaranya, sebab ia mengikhtiarkan yang baik bagi bangsanya dan berbicara untuk keselamatan bagi semua orang sebangsanya.(Ester 10:3).<<
====
Dari kitab Ester kita dpt memetik berbagai hikmah ,a.l:
>Mari kita senantiasa berikhtiar yg baik kepada sesama ,taat kepada Tuhan spt Mordekhai shg beroleh hidup yg baik,sukacita & dihormati byk orang & dikasihi Tuhan..
>Jauhi hati yg dengki,tipu muslihat jahat,jgn sampai spt Haman yg berakhir dgn kematiannya sendiri akibat dr perbuatan jahatnya yg dirancang hatinya..
>Miliki keberanian,kebijakkan,kerendahan hati di dlm setiap kebenaran spt Ester,shg dia dpt menyelamatkan seluruh bangsanya..
>Janganlah kita dgn mudah digoyahkan & dihasut utk berbuat kejahatan spt Ahasyweros yg dihasut Haman,yg berakhir dgn kericuhan kerajaannya.
>Terakhir adlh..,yakinlah & teguhkan hati kita...;
"Tuhan yang tidak terlihat mata secara nyata di dlm kehidupan kita,
berada di balik setiap karya agung mulia yang terlihat nyata di dalam hidup kita...,
dan DIA yg membawa hidup kita ke arah yg baik & digenapi sesuai rancangan-Nya yg terindah".
Tuhan Yesus Kristus memberkati kita..amin.:)
~Perjalanan Hidup~
“Mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satu pun dari padanya.” Mazmur 139:16
Saat kegelapan melingkupi hati kita. Saat kesuraman menutupi jiwa kita. Saat langkah kita terseok-seok. Kita takut, gelisah, cemas dan ragu-ragu. Hati kita bertanya-tanya, apakah yang akan terjadi? Sedang hati belum siap menerimanya. Apa yang ada di depan pintu hidup kita? Kehancurankah? Kematiankah? Atau lebih buruk dari semuanya.
Firman Tuhan menjelaskan bahwa Tuhan sudah melihat kita sebelum kita jadi seorang bayi. Di dalam kitab Tuhan semua hari-hari yang akan kita lewati sudah tertulis dan tidak ada yang kelewatan sedikitpun. Dengan demikian kita tahu, bahwa tidak ada sesuatupun yang terjadi tanpa seijin Tuhan. Setiap langkah kita telah diketahui Tuhan, hal-hal yang ada dalam pikiran kita Tuhan tahu, bahkan hal-hal yang akan terjadi semuanya sudah tertulis dalam Kitab Tuhan.
Masa depan kita, kesuksesan kita, jabatan, pangkat, rumah tangga, bahkan anak-anak kita tidak ada yang secara kebetulan. Semua sudah tertulis dalam Kitab Tuhan. Langkah yang pasti, percaya, berserah, menenangkan diri, bahkan berjuang maju terus adalah jalan yang terbaik. Jika saat ini perkara buruk sedang terjadi, janganlah kecewa, janganlah menyesal, semua itu adalah untuk menetapkan langkah kita agar berjalan lurus sesuai kehendak dan rencana Tuhan. Saat kita lemahpun Tuhan tahu, saat kita tidak berdayapun Tuhan tahu, bahkan saat kita merasa kuatpun Tuhan melihat semuanya.
Marilah kita terus berjuang untuk maju, berlari untuk memenangkan rencana Tuhan dalam hidup kita. Tetap bersemangat dan terus maju, karena semua jalan hidup kita telah tertulis dalam Kitab Tuhan. Amin.
(sumber;Pendoa Sion)
~Kekuatan Rumah Tangga~
“Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya” Mazmur 127:1
Sampai saat ini masih ada banyak orang membangun rumah tangga dengan kekuatan sendiri. Ada orang yang membangun rumah tangga berdasarkan cinta kasih mereka yang tulus. Mereka percaya bahwa dengan cinta kasih mereka rumah tangga mereka akan kuat dan bahagia. Tetapi mereka tidak menyadari bahwa sama seperti mereka yang dulunya biasa-biasa saja kemudian berubah saling mencintai, demikian juga sesungguhnya dapat terjadi dari saling mencintai berubah menjadi saling membenci. Karena dalam perjalanan waktu ada banyak rintangan dan godaan, bahkan pencobaan-pencobaan yang dapat melukai hati. Atau menemukan sesuatu kejenuhan, pada saat hal itu terjadi ada sesuatu yang lain yang memberi penyegaran. Goncangan-goncangan dan perubahan-perubahan yang terjadi inilah maka dapat mengubah cinta yang tulus berubah menjadi kesakitan dan kebencian, meskipun tidak menutup kemungkinan melalui goncangan-goncangan di tengah jalan justru membangun sebuah cinta yang semakin kuat.
Pemazmur menulis bahwa jika bukan Tuhan yang membangun rumah tangga, maka sia-sialah orang yang membangunnya. Artinya, bagaimana saya dan saudara membangun sebuah rumah tangga yang di dasarkan atas Firman Tuhan, karena cinta kita tidak cukup kuat untuk membangun rumah tangga yang harmonis. Cinta kita yang tulus dapat dihancurkan oleh sakit hati. Cinta kita bisa dihancurkan oleh percekcokan, kekecewaan, kesukaran-kesukaran yang berkepanjangan, perbedaan pendapat bahkan oleh perubahan-perubahan situasi dan kondisi. Oleh sebab itu kekuatan rumah tangga dapat dibangun melalui Firman Tuhan. Alkitab sudah menjelaskan dengan gamblang bagaimana sebuah rumah tangga itu dibangun.
Marilah kita bangun rumah tangga kita berdasarkan kekuatan Firman Tuhan dan bukan dengan kekuatan kita sendiri. Amin. Tuhan Yesus memberkati.
(sumber:Pendoa Sion)
~Kekuatan Rumah Tangga~
“Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya” Mazmur 127:1
Sampai saat ini masih ada banyak orang membangun rumah tangga dengan kekuatan sendiri. Ada orang yang membangun rumah tangga berdasarkan cinta kasih mereka yang tulus. Mereka percaya bahwa dengan cinta kasih mereka rumah tangga mereka akan kuat dan bahagia. Tetapi mereka tidak menyadari bahwa sama seperti mereka yang dulunya biasa-biasa saja kemudian berubah saling mencintai, demikian juga sesungguhnya dapat terjadi dari saling mencintai berubah menjadi saling membenci. Karena dalam perjalanan waktu ada banyak rintangan dan godaan, bahkan pencobaan-pencobaan yang dapat melukai hati. Atau menemukan sesuatu kejenuhan, pada saat hal itu terjadi ada sesuatu yang lain yang memberi penyegaran. Goncangan-goncangan dan perubahan-perubahan yang terjadi inilah maka dapat mengubah cinta yang tulus berubah menjadi kesakitan dan kebencian, meskipun tidak menutup kemungkinan melalui goncangan-goncangan di tengah jalan justru membangun sebuah cinta yang semakin kuat.
Pemazmur menulis bahwa jika bukan Tuhan yang membangun rumah tangga, maka sia-sialah orang yang membangunnya. Artinya, bagaimana saya dan saudara membangun sebuah rumah tangga yang di dasarkan atas Firman Tuhan, karena cinta kita tidak cukup kuat untuk membangun rumah tangga yang harmonis. Cinta kita yang tulus dapat dihancurkan oleh sakit hati. Cinta kita bisa dihancurkan oleh percekcokan, kekecewaan, kesukaran-kesukaran yang berkepanjangan, perbedaan pendapat bahkan oleh perubahan-perubahan situasi dan kondisi. Oleh sebab itu kekuatan rumah tangga dapat dibangun melalui Firman Tuhan. Alkitab sudah menjelaskan dengan gamblang bagaimana sebuah rumah tangga itu dibangun.
Marilah kita bangun rumah tangga kita berdasarkan kekuatan Firman Tuhan dan bukan dengan kekuatan kita sendiri. Amin. Tuhan Yesus memberkati.
(sumber:Pendoa Sion)
~Takkan Menyerah~
Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu,lalu mereka membuka atap di atas Yesus; sesudah terbuka mereka menurunkan tikar, tempat orang lumpuh itu terbaring (Markus 2:4)
===
Iman dan usaha untuk berbuat sesuatu adalah ibarat dua sisi dari sekeping mata uang yang tak terpisahkan. Tanpa ada perbuatan yang dilakukan, diragukan bahwa di situ ada iman (Yakobus 2:14-18). Bukankah perbuatan kita merupakan penampakan dari apa yang kita imani?
Sekumpulan orang yang beriman kepada Yesus menyaksikan bagaimana Yesus mengajar dengan kuasa dan mukjizat, serta menyembuhkan orang sakit (Markus 1:21-28).
Dari situ, hati mereka tergerak untuk menolong teman sekampung mereka yang sejak kecil lumpuh dan tersisih hidupnya. Mereka beriman Yesus mampu menyembuhkan maka mereka tidak diam saja.
Meski banyak rintangan: mungkin rumah si lumpuh jauh, mungkin tubuhnya berat. Ditambah lagi, ketika sampai di tempat Yesus, ternyata rumah itu penuh sesak dan orang-orang tak mau memberi jalan.
Namun, sekali lagi iman itu mereka wujudkan dengan usaha yang pantang menyerah. Mereka membuka atap rumah, dengan risiko si empunya rumah marah.
Iman yang besar kepada Yesus memampukan mereka mengatasi segala hambatan. Ketika si lumpuh diturunkan, Yesus melihat iman mereka yang mau berusaha itu dan memberi kesembuhan.
Iman itu menjadi kenyataan karena anugerah Allah di dalam Kristus, bukan karena kemampuan mereka sendiri.
Apabila kita sedang menghadapi sebuah tugas atau tantangan hidup yang butuh iman dan perjuangan keras, ingatlah kisah ini.
Teguhkan iman dengan memandang kebesaran Allah yang sanggup menolong sehingga menguatkan kita untuk berjuang pantang menyerah.
Serahkan ketidakberdayaan kita ke tangan yang tepat, yakni Tuhan Yesus Kristus yang mampu membuat iman kita menjadi kenyataan.
IMAN MENGARAHKAN MATA KITA KEPADA YESUS YANG HEBAT
AGAR DENGAN IMAN ITU KITA MEMBERI USAHA TERBAIK KITA
(Renungan Harian).
~Goresan yang kita buat~
Kehidupan manusia itu sama seperti pensil. Sebatang pensil dapat memberikan kita pengertian yang dalam tentang suatu kehidupan sehingga kita pun mampu menjalankan kehidupan dengan unggul.
Pensil mengingatkan kita ketika menulis, ada tangan yang selalu membimbing langkah kita dalam hidup ini. Kita tahu tangan siapa itu. Itulah tangan Tuhan yang membimbing kita untuk menuliskan buku kehidupan kita.
Saat pensil sudah mulai tumpul, itulah saatnya pensil diraut. Pensil yang diraut menggambarkan diri kita yang dibentuk, dijadikan tajam dan dapat dipakai kembali. Seakan-akan kita menderita. Setelah selesai, rautan berupa tantangan, penderitaan, ataupun permasalahan dalam hidup kita itu membuat kita tajam dan lebih baik / berkualitas.
Berbicara mengenai pensil, selalu berbicara mengenai penghapus. Jika terjadi kesalahan dalam menulis, penghapus dapat dipakai untuk menghapus hal-hal yang salah tersebut. Ketika kita melakukan hal-hal yang salah, kita dapat menghapus dan memperbaikinya agar tidak ada kesalahan.
Pensil selalu meninggalkan tanda / goresan. Karena itu, hati-hatilah dalam berpikir, berkata, dan bertindak agar goresan yang kita tinggalkan bisa memberikan manfaat bagi diri sendiri dan orang lain.
Bagian luar dari pensil bukanlah bagian luarnya, tapi bagian dalamnya. Hal itu berlaku juga untuk diri kita. Bagian yang terpenting adalah di dalam kita yaitu hati dan pikiran. Karena itu, pupuklah selalu dengan firman Tuhan.
Dari sebatang pensil, hari ini kita belajar tentang kehidupan yang bagaimana yang harus kita jalani. Apa yang menjadi bagian kita dan kita mulai melakukannya, pada saat ini juga.
>>Tinggalkan goresan yang berarti di dalam kehidupanmu maupun kehidupan orang lain, bukannya goresan yang menyakitkan.
Amsal 15:24;“Jalan kehidupan orang berakal budi menuju ke atas, supaya ia menjauhi dunia orang mati di bawah”
(sumber:Jawaban.com)
Langganan:
Postingan (Atom)