Jumat, 22 Juni 2012
Jesus Life Insurance...
Kehidupan
"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal."
( Yohanes 3:16 )
Kesehatan
"Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu"
( Mazmur 103:3 )
Pakaian
"Jadi, jika rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api demikian didandani Allah, terlebih lagi kamu, hai orang yang kurang percaya!"
( Lukas 12:28 )
Kebutuhan Sehari-hari
"Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus"
( Filipi 4:19 )
Kenyamanan
"Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku."
( Yohanes 14:1 )
Persahabatan
"Dan ketahuilah "Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.""
( Matius 28:20 )
Kedamaian
"Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu."
( Yohanes 14:27 )
Rumah yang abadi
"Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu"
( Yohanes 14:2 )
Alasan-alasan untuk ikut serta dalam Jesus Life Insurance
1. Adalah perusahaan asuransi paling tua didunia.
2. Satu-satunya perusahaan asuransi yang mengasuransikan berbagai kehilangan dalam api zaman akhir.
3. Satu-satunya perusahaan asuransi yang mencakup area yang kekekalan.
4. Kebijakannya tidak pernah berubah.
5. Manajemennya tidak pernah berganti.
6. Asset perusahaan terlalu banyak untuk dihitung.
7. Satu-satunya perusahaan asuransi yang membayarkan premi anda.
Premi
"Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih
berdosa."
( Roma 5:8 )
"Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!"
( Efesus 2:8 )
Prosedur aplikasi
"Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus."
( Kisah Para Rasul 5:8 )
"Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat,..."
( Kisah Para Rasul 16:31 )
Semua premi untuk aplikasi anda ini telah dibayar Lunas oleh Tuhan Yesus !
Tuhan Yesus memberkatimu ^__^
=== GLOW IN THE DARK ===
Dulu sekali, saat saya masih remaja, saya pernah memiliki t-shirt “glow in the dark”. Sesuai namanya yang berarti “bersinar di tengah kegelapan”, maka kaos saya ini akan memancarkan sinar saat berada di tempat yang gelap.
Saat ini kita banyak menemukan mainan atau semacam asesoris “glow in the dark” yang biasanya ditempel di dinding kamar atau di langit-langit kamar.
Saat lampu dimatikan maka asesoris-asesoris itu akan memancarkan sinarnya yang khas. Semua yang berjenis “glow in the dark”, baik kaos, mainan, stiker, dll. hanya akan berfungsi jika berada di tempat gelap.
Kalau di tempat terang, maka keistimewaan “glow in the dark” tidak akan terlihat sama sekali.
Tahukah Anda bahwa kita semua memiliki destiny sebagai “glow in the dark”?
Tuhan sendiri berkata bahwa kita adalah terang dunia. Logikanya, terang hanya akan berfungsi di tempat gelap.
Sayangnya, banyak orang Kristen justru hanya menunjukkan terangnya di tempat yang terang. Lupa, bahwa yang memerlukan penerangan adalah tempat-tempat yang gelap.
Mari kita teladani bagaimana pelayanan Yesus. Memang Dia juga mengajar di rumah Allah, tapi jangan pernah lupa bahwa sebagian besar waktu-Nya tidak dihabiskan di sinagoge (rumah Allah).
Dia menghabiskan sebagian besar waktu-Nya di lapangan dan di tempat-tempat gelap yang perlu Dia terangi!
Dia lewatkan waktu-Nya di pantai, di pasar, di bukit-bukit, di rumah pemungut cukai, di tempat yang memungkinkan seorang pelacur datang kepada-Nya.
Menjadi terang adalah mudah, sebab kita sendiri adalah terang adanya.
Namun menjadi terang yang menyinari kegelapan, itulah yang sulit.
Menjadi orang Kristen itu mudah, tapi menjadi orang Kristen yang berdampak bagi lingkungan dimana dia berada itulah yang penting.
Dunia kita sedang berada dalam kegelapan dan kekelaman sedang menyelimuti bangsa-bangsa, inilah waktunya kita tampil untuk menerangi mereka, glow in the dark!
Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga. - Matius 5:16
Let your light so shine before men that they may see your moral excellence and your praiseworthy, noble, and good deeds and recognize and honor and praise and glorify your Father Who is in heaven. (Matthew 5:16)
LORD JESUS bless you and me, now and forever.
Amen.
Dulu sekali, saat saya masih remaja, saya pernah memiliki t-shirt “glow in the dark”. Sesuai namanya yang berarti “bersinar di tengah kegelapan”, maka kaos saya ini akan memancarkan sinar saat berada di tempat yang gelap.
Saat ini kita banyak menemukan mainan atau semacam asesoris “glow in the dark” yang biasanya ditempel di dinding kamar atau di langit-langit kamar.
Saat lampu dimatikan maka asesoris-asesoris itu akan memancarkan sinarnya yang khas. Semua yang berjenis “glow in the dark”, baik kaos, mainan, stiker, dll. hanya akan berfungsi jika berada di tempat gelap.
Kalau di tempat terang, maka keistimewaan “glow in the dark” tidak akan terlihat sama sekali.
Tahukah Anda bahwa kita semua memiliki destiny sebagai “glow in the dark”?
Tuhan sendiri berkata bahwa kita adalah terang dunia. Logikanya, terang hanya akan berfungsi di tempat gelap.
Sayangnya, banyak orang Kristen justru hanya menunjukkan terangnya di tempat yang terang. Lupa, bahwa yang memerlukan penerangan adalah tempat-tempat yang gelap.
Mari kita teladani bagaimana pelayanan Yesus. Memang Dia juga mengajar di rumah Allah, tapi jangan pernah lupa bahwa sebagian besar waktu-Nya tidak dihabiskan di sinagoge (rumah Allah).
Dia menghabiskan sebagian besar waktu-Nya di lapangan dan di tempat-tempat gelap yang perlu Dia terangi!
Dia lewatkan waktu-Nya di pantai, di pasar, di bukit-bukit, di rumah pemungut cukai, di tempat yang memungkinkan seorang pelacur datang kepada-Nya.
Menjadi terang adalah mudah, sebab kita sendiri adalah terang adanya.
Namun menjadi terang yang menyinari kegelapan, itulah yang sulit.
Menjadi orang Kristen itu mudah, tapi menjadi orang Kristen yang berdampak bagi lingkungan dimana dia berada itulah yang penting.
Dunia kita sedang berada dalam kegelapan dan kekelaman sedang menyelimuti bangsa-bangsa, inilah waktunya kita tampil untuk menerangi mereka, glow in the dark!
Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga. - Matius 5:16
Let your light so shine before men that they may see your moral excellence and your praiseworthy, noble, and good deeds and recognize and honor and praise and glorify your Father Who is in heaven. (Matthew 5:16)
LORD JESUS bless you and me, now and forever.
Amen.
Sumber: (Kwik ) http:// www.renungan-spirit.com/
— bersama Benjamin Obaja Budi Kencana dan 49 lainnya.
== MOHON KEHENDAK YANG KUAT ==
Ya Allah Bapa, Tuhan Yesus dan Roh Kudus,
Alangkah senangnya kalau boleh memiliki kehendak yang kuat!
Aku teringat akan orang-orang dalam sejarah yang memiliki kemauan keras membaja. Mereka terus berusaha membangun dunia ini, meski menghadapi seribu satu kesulitan dan tantangan yang datang bertubi-tubi.
Terutama aku teringat akan orang-orang yang dengan gagah perkasa melaksanakan kehendak-Mu; akan para pelajar yang berusaha sungguh-sungguh dan setia menjalankan tugasnya, karena ingin menyenangkan Dikau; akan para pekerja yang bersusah payah sepanjang tahun, karena menyadari kewajibannya; akan para martir yang pantang menyerah biarpun dipaksa dengan siksaan atau aniaya.
Tuhan Yesus Kristus, aku teringat akan kehendak-Mu sendiri yang tetap kuat dan teguh, biar dalam sengsara dan penghinaan sekalipun.
Terpujilah Engkau, ya Allahku.
Alangkah nikmatnya dapat mengatakan: Aku mau;
Seluruh dunia mungkin runtuh hancur berantakan, namun tiada sesuatu pun yang dapat menggoyahkan batu karang kehendak yang bebas dan pasti.
Tetapi aku juga takut kalau berlagak terlampau berani. Sebab hanya yang rendah hati berkenan kepada-Mu.
Oleh karena itu, ya Tuhan, anugerahkanlah kepadaku kemauan yang kuat, dan sekaligus sikap yang lembut lagi kesatria.
Dalam nama Tuhan Yesus, aku berdoa dan bersyukur.
Amin.
Ya Allah Bapa, Tuhan Yesus dan Roh Kudus,
Alangkah senangnya kalau boleh memiliki kehendak yang kuat!
Aku teringat akan orang-orang dalam sejarah yang memiliki kemauan keras membaja. Mereka terus berusaha membangun dunia ini, meski menghadapi seribu satu kesulitan dan tantangan yang datang bertubi-tubi.
Terutama aku teringat akan orang-orang yang dengan gagah perkasa melaksanakan kehendak-Mu; akan para pelajar yang berusaha sungguh-sungguh dan setia menjalankan tugasnya, karena ingin menyenangkan Dikau; akan para pekerja yang bersusah payah sepanjang tahun, karena menyadari kewajibannya; akan para martir yang pantang menyerah biarpun dipaksa dengan siksaan atau aniaya.
Tuhan Yesus Kristus, aku teringat akan kehendak-Mu sendiri yang tetap kuat dan teguh, biar dalam sengsara dan penghinaan sekalipun.
Terpujilah Engkau, ya Allahku.
Alangkah nikmatnya dapat mengatakan: Aku mau;
Seluruh dunia mungkin runtuh hancur berantakan, namun tiada sesuatu pun yang dapat menggoyahkan batu karang kehendak yang bebas dan pasti.
Tetapi aku juga takut kalau berlagak terlampau berani. Sebab hanya yang rendah hati berkenan kepada-Mu.
Oleh karena itu, ya Tuhan, anugerahkanlah kepadaku kemauan yang kuat, dan sekaligus sikap yang lembut lagi kesatria.
Dalam nama Tuhan Yesus, aku berdoa dan bersyukur.
Amin.
Selasa, 19 Juni 2012
RENUNGAN PETANG SELASA MELALUI BACAAN ALKITAB KEJADIAN 11:
11:7 Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing."
11:8 Demikianlah mereka diserakkan TUHAN dari situ ke seluruh bumi, dan mereka berhenti mendirikan kota itu.
11:9 Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel, karena di situlah dikacaubalaukan TUHAN bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka diserakkan TUHAN ke seluruh bumi.
Dalam bahasa Mandarin, kata kacau “Luan” dituliskan sebagai berikut: 乱. Itu terdiri dari dua komponen: “lidah” 舌dikiri, dan dikanannya adalah asalnya huruf “anak”(er) 儿 yang dibelah dan hanya dipakai yang separuhnya. “Lidah” 舌itu pun, sebenarnya terdiri dari “seribu” 千 dan “mulut” 口, dengan kata lain, lidah 舌 adalah sesuatu yang berada didalam mulut口dan bisa bergerak ke segala jurusan dan bisa melahirkan ribuan千kata-kata.
Dan karena pengaruh lidah inilah terjadi pertengkaran, dan “kekacauan” 乱di dunia ini. Sebab itu kita harus berhati-hati mengendalikan lidah kita jangan menjadi alat pencetus kekacauan pertengkaran dan peperangan. Karena nanti karena lidah, badan bisa jadi binasa.
By: Mary Anthony Lee:
PERLU MENEBUS WAKTU UNTUK DIPENUHI "ROH ITU"
Efesus 5:16-17
Dan pergunakanlah waktu yang ada,
karena hari-hari ini adalah jahat.
Sebab itu janganlah kamu bodoh,
tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.
Dalam Efesus 5:15-17 dan Matius 25:1-3,
kita dapat melihat kaitan antara mempergunakan waktu, bijaksana, dan kebodohan.
Bagian lain yang menunjukkan hal itu
adalah dalam Wahyu 14:1-5.
Alkitab meyakinkan kita bahwa
jika Allah memulai sesuatu, maka Dia akan menyelesaikannya. Juruselamat kita adalah Juruselamat
yang menggenapkan segala sesuatu.
Pada akhirnya tidak ada orang Kristen yang diselamatkan “separuh”.
Allah akan menyempurnakan setiap orang yang percaya kepada-Nya.
Sebagaimana Rasul Paulus, kita pun
“yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya
sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus” (Flp. 1:6).
Di sini tidak ada batasan bagi kuasa Allah.
Dia “berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung
dan yang membawa kamu tanpa bernoda . . .
di hadapan kemuliaan-Nya”
(Yud. 24; 2 Tim. 1:12; Ef. 3:20).
Walau pengharapan di atas pasti akan tergenapi di atas setiap orang Kristen,
namun hari ini kita menghadapi masalah waktu.
Dalam Wahyu 14, ada buah-buah sulung (ayat 4)
dan ada juga tuaian (ayat 15).
Perbedaannya terletak pada masalah saat kematangan.
Ada buah-buah yang menjadi matang lebih dulu
sebelum buah-buah lainnya mencapai kematangan.
Buah yang demikian itu disebut “buah-buah sulung”.
Kematangan hayat pasti dicapai.
Namun Anak Domba itu sedang mencari buah-buah sulung,
atau buah-buah yang matang terlebih dahulu.
Kelompok “gadis yang bijaksana”
dalam perumpamaan Matius 25:1-3
bukanlah mereka yang dapat mengerjakan sesuatu
dengan lebih baik,
melainkan mereka yang lebih dini selesai
melakukan yang baik.
Mereka tidak menunda-nunda waktu
untuk dipenuhi dengan minyak dalam buli-buli mereka,
tetapi setiap saat merebut kesempatan
untuk membayar harga demi mendapatkan
lebih banyak Roh Kudus memenuhi jiwa mereka.
Mat. 25:1-13; Ef. 5:15-17; Flp. 1:6; 2 Tim. 1:12
Perhatikanlah gadis yang bodoh!
Mereka juga memiliki minyak dalam pelita mereka
dan pelita mereka pun telah menyala.
Namun mereka tidak memperhitungkan
tibanya hari kedatangan mempelai laki-laki itu.
Akibatnya pelita mereka menjadi redup.
Mereka juga tidak memiliki cadangan minyak
dalam buli-buli mereka,
padahal kelompok gadis yang bijaksana
tidak dapat memberikan minyak kepada mereka.
Keterlambatan mereka dalam menyadari
perlunya menebus waktu untuk membeli minyak
inilah yang menyebabkan Tuhan menyebut mereka
“gadis yang bodoh”.
Tuhan lalu berkata kepada kelompok gadis yang bodoh,
“Aku tidak mengenal kamu” (Mat. 25:12).
Walau Tuhan sebenarnya mengenal setiap milik-Nya,
namun akan ada di antara milik-Nya itu
yang kehilangan kesempatan untuk beroleh hak istimewa
dikarenakan tidak siap.
Dikatakan dalam Matius 25:1-13
bahwa sekelompok anak dara yang bodoh datang
dan berkata kepada Tuhan,
“Tuan, Tuan, bukakanlah pintu bagi kami!” (Mat. 25:11).
Memang, kesepuluh gadis itu
memiliki minyak dalam pelita mereka.
Perbedaannya,
sekelompok gadis yang bodoh
tidak memiliki cadangan minyak dalam buli-buli mereka.
Sebagai orang Kristen yang sejati,
kita memiliki hayat dalam Kristus
dan juga kesaksian di hadapan manusia.
Namun kesaksian kita mungkin tersendat-sendat,
karena kehidupan kita yang kendor
serta menyalahgunakan anugerah.
Kita memiliki Roh,
tetapi mungkin tidak “dipenuhi oleh Roh itu”.
Saat timbul krisis, kita harus pergi membeli minyak.
Tentu saja, pada akhirnya kita memiliki minyak yang cukup.
Tetapi kita telah kehilangan kesempatan
untuk mencapai tujuan yang harus kita capai.
Perihal inilah yang ingin Tuhan tekankan.
Tuhan menekankan kepada kita
agar tidak hanya menjadi murid-murid,
namun murid-murid yang berjaga-jaga.
Bodoh atau berhikmat, hanya tergantung pada satu hal saja.
Kalau kita berhikmat,
kita akan lebih dini mencari kepenuhan Roh itu.
Namun jika kita bodoh, kita akan menundanya.
Kita harus belajar menebus waktu.
Segala daya upaya harus dimanfaatkan dengan optimal
untuk memperoleh minyak ekstra dalam buli-buli,
“supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah” (Ef. 3:19).
(W.L) Life Study Of The Bible, Living Stream Ministry*
Efesus 5:16-17
Dan pergunakanlah waktu yang ada,
karena hari-hari ini adalah jahat.
Sebab itu janganlah kamu bodoh,
tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.
Dalam Efesus 5:15-17 dan Matius 25:1-3,
kita dapat melihat kaitan antara mempergunakan waktu, bijaksana, dan kebodohan.
Bagian lain yang menunjukkan hal itu
adalah dalam Wahyu 14:1-5.
Alkitab meyakinkan kita bahwa
jika Allah memulai sesuatu, maka Dia akan menyelesaikannya. Juruselamat kita adalah Juruselamat
yang menggenapkan segala sesuatu.
Pada akhirnya tidak ada orang Kristen yang diselamatkan “separuh”.
Allah akan menyempurnakan setiap orang yang percaya kepada-Nya.
Sebagaimana Rasul Paulus, kita pun
“yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya
sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus” (Flp. 1:6).
Di sini tidak ada batasan bagi kuasa Allah.
Dia “berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung
dan yang membawa kamu tanpa bernoda . . .
di hadapan kemuliaan-Nya”
(Yud. 24; 2 Tim. 1:12; Ef. 3:20).
Walau pengharapan di atas pasti akan tergenapi di atas setiap orang Kristen,
namun hari ini kita menghadapi masalah waktu.
Dalam Wahyu 14, ada buah-buah sulung (ayat 4)
dan ada juga tuaian (ayat 15).
Perbedaannya terletak pada masalah saat kematangan.
Ada buah-buah yang menjadi matang lebih dulu
sebelum buah-buah lainnya mencapai kematangan.
Buah yang demikian itu disebut “buah-buah sulung”.
Kematangan hayat pasti dicapai.
Namun Anak Domba itu sedang mencari buah-buah sulung,
atau buah-buah yang matang terlebih dahulu.
Kelompok “gadis yang bijaksana”
dalam perumpamaan Matius 25:1-3
bukanlah mereka yang dapat mengerjakan sesuatu
dengan lebih baik,
melainkan mereka yang lebih dini selesai
melakukan yang baik.
Mereka tidak menunda-nunda waktu
untuk dipenuhi dengan minyak dalam buli-buli mereka,
tetapi setiap saat merebut kesempatan
untuk membayar harga demi mendapatkan
lebih banyak Roh Kudus memenuhi jiwa mereka.
Mat. 25:1-13; Ef. 5:15-17; Flp. 1:6; 2 Tim. 1:12
Perhatikanlah gadis yang bodoh!
Mereka juga memiliki minyak dalam pelita mereka
dan pelita mereka pun telah menyala.
Namun mereka tidak memperhitungkan
tibanya hari kedatangan mempelai laki-laki itu.
Akibatnya pelita mereka menjadi redup.
Mereka juga tidak memiliki cadangan minyak
dalam buli-buli mereka,
padahal kelompok gadis yang bijaksana
tidak dapat memberikan minyak kepada mereka.
Keterlambatan mereka dalam menyadari
perlunya menebus waktu untuk membeli minyak
inilah yang menyebabkan Tuhan menyebut mereka
“gadis yang bodoh”.
Tuhan lalu berkata kepada kelompok gadis yang bodoh,
“Aku tidak mengenal kamu” (Mat. 25:12).
Walau Tuhan sebenarnya mengenal setiap milik-Nya,
namun akan ada di antara milik-Nya itu
yang kehilangan kesempatan untuk beroleh hak istimewa
dikarenakan tidak siap.
Dikatakan dalam Matius 25:1-13
bahwa sekelompok anak dara yang bodoh datang
dan berkata kepada Tuhan,
“Tuan, Tuan, bukakanlah pintu bagi kami!” (Mat. 25:11).
Memang, kesepuluh gadis itu
memiliki minyak dalam pelita mereka.
Perbedaannya,
sekelompok gadis yang bodoh
tidak memiliki cadangan minyak dalam buli-buli mereka.
Sebagai orang Kristen yang sejati,
kita memiliki hayat dalam Kristus
dan juga kesaksian di hadapan manusia.
Namun kesaksian kita mungkin tersendat-sendat,
karena kehidupan kita yang kendor
serta menyalahgunakan anugerah.
Kita memiliki Roh,
tetapi mungkin tidak “dipenuhi oleh Roh itu”.
Saat timbul krisis, kita harus pergi membeli minyak.
Tentu saja, pada akhirnya kita memiliki minyak yang cukup.
Tetapi kita telah kehilangan kesempatan
untuk mencapai tujuan yang harus kita capai.
Perihal inilah yang ingin Tuhan tekankan.
Tuhan menekankan kepada kita
agar tidak hanya menjadi murid-murid,
namun murid-murid yang berjaga-jaga.
Bodoh atau berhikmat, hanya tergantung pada satu hal saja.
Kalau kita berhikmat,
kita akan lebih dini mencari kepenuhan Roh itu.
Namun jika kita bodoh, kita akan menundanya.
Kita harus belajar menebus waktu.
Segala daya upaya harus dimanfaatkan dengan optimal
untuk memperoleh minyak ekstra dalam buli-buli,
“supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah” (Ef. 3:19).
(W.L) Life Study Of The Bible, Living Stream Ministry*
Statement of Faith
Holding the Bible as the complete and only divine revelation, we strongly believe that God is eternally one and also eternally the Father, the Son, and the Spirit, the three being distinct but not separate. We hold that Christ is both the complete God and the perfect man. Without abandoning His divinity, He was conceived in the womb of a human virgin, lived a genuine human life on earth, and died a vicarious and all-inclusive death on the cross. After three days He resurrected bodily and has ascended to the heavens. He is now in glory, fully God but still fully man. We look to His imminent return with the kingdom of God, by which He will reign over the earth in the millennium and in eternity. We confess that the third of the Trinity, the Spirit, is equally God. All that the Father has and is, is expressed by the Son; and all that the Son has and is, is realized as the Spirit. We further believe that mankind is in need of God's salvation. Though we were absolutely unable to fulfill the heavy demands of God's righteousness, holiness, and glory, Christ fulfilled all the requirements through His death on the cross. Because of Christ's death, God has forgiven us of our sins, justified us by making Christ our righteousness and reconciled us to Himself. Based on Christ's redemption, God regenerates the redeemed with His Spirit to consummate His salvation, that they may become His children. Now possessing God's life and nature, the believers enjoy a daily salvation in His Body in this age and the eternal salvation in the coming age and in eternity. In eternity we will dwell with God in the New Jerusalem, the consummation of God's salvation of His elect.
Langganan:
Postingan (Atom)



