Jumat, 06 Juli 2012

Poligami dan masalahnya Bacaan Alkitab hari ini: Kejadian 30:14-24. Firman Hidup Poligami dan masalahnya Bacaan Alkitab hari ini: Kejadian 30:14-24. http://firman-hidup.blogspot.com/2012/07/poligami-dan-masalahnya.html .

Rabu, 04 Juli 2012

APA YANG DITABURKAN ORANG, ITU JUGA YANG AKAN DITUAINYA! 
(Renungan Iman GKE – Kamis, 05 Juli 2012)

Hakim-Hakim 18:1-13

Zore dan Esytaol adalah daerah warisan yang telah ditetapkan untuk suku Dan sewaktu jaman Yosua. Dua daerah yang cukup luas tentu saja. Tapi entah kenapa, mereka tak mampu menguasai sepenuhnya daerah itu untuk dikelola dengan baik menjadi sebuah tempat yang mendatangkan kesejahteraan bagi mereka. Tapi malah akhirnya mereka terusir oleh orang-orang Amori dari daerah itu hingga terdesak ke daerah Utara.
Ketimbang berjuang dan mengupayakan daerahnya sendiri yang telah ditetapkan, tetapi mereka justru begitu bersemangat hendak berperang merebut tanah yang mereka anggap cocok buat mereka. maka mereka menyuruh orang-orang yang berasal dari daerah Zore dan Esytaol sendiri untuk mengintai negeri tersebut dan menyelidikinya serta bermalam dirumah Mikha di pegunungan Efraim. Lalu mereka mempersiapkan diri untuk berperang demi memperbutkan tempat yang bernama Lais, karena di tenpat itu dilihat oleh mereka sebagai tempat yang makmur.

Yang tidak kalah menarik, setelah para mata-mata sampai di rumah Mikha dan mengenali adanya orang Lewi di situ (ayat 3). Mereka ingin mencari tahu kehendak Allah mengenai perjalanan mereka (ayat 5). Orang Lewi itu kemudian menyatakan penyertaan Allah (ayat 6). Padahal bila kita melihat relasinya dengan Allah, sungguh meragukan bila itu adalah suara Allah. Apalagi perjalanan mata-mata itu sama sekali bukan inisiatif Allah. Demikian juga peranan yang diberikan kepada imam ini dalam pasal Hak 18:1-19:30, memperlihatkan kepada kita bahwa bukan hanya rakyat biasa yang menjadi rusak, tetapi juga keimaman yang kudus. Imam ini bersedia melayani sebagai imam dewa lain hanya untuk uang dan kedudukan (Hak 17:12).

Kerusakan moral dan sosial yang diakibatkan kemurtadan rohani Israel selalu terulang. Tercatat enam contoh dari pengalaman Israel yang terulang pada masa hakim-hakim yang mencakup siklus kemurtadan, penindasan oleh bangsa asing, perbudakan, berseru kepada Allah di tengah kesusahan. Keadaan semacam itu terus berulang terjadi. Ya, suatu sikap yang tidak mau belajar dari sejarah. Tidak pernah mau belajar dari pengalaman masa lalu!Yang selalu berakhir pada kisah buruk dan keterpurukan. Bukan malah berkat yang didapatkan, tetapi kutuk. Allah seharusnya menjadi Raja bagi umat Israel dan firman-Nya menjadi pedoman. Namun umat-Nya lebih suka berbuat apa yang benar menurut pandangan mereka sendiri. Hasilnya adalah ketidakpuasan dan kekacauan.

Saudara, kita pun kadangkala bersikap seperti suku Dan, mengabaikan apa yang Allah inginkan dan mengejar apa yang menjadi hasrat hati. Lihat saja contoh para koruptor yang merajalela di tanah air ini. Seolah tak cukup dengan apa yang menjadi bagiannya, malah merampas hak orang lain. Lihat juga contohnya para calon pemimpin yang katanya juga orang beragama, tidak kurang juga meminta petunjuk dan restu kepada ilah/roh halus supaya pencalonannya diharapkan mulus! Bahkan tidak jarang rela korbankan ratusan juta rupiah biaya pesta potong sapi atau kerbau segala, tetapi yang begitu pelit untuk bersyukur kepada Allah sumber segala berkat dan kasih karunia! Sesuaikah ini dengan karakter seorang pengikut Kristus? Tentu tidak!

Saudara, bila kita menghendaki hidup yang diberkati, kita seharusnya menginginkan kehendak dan kemuliaan Allah saja dalam hidup kita. Mengelola dan mempertanggungjawabkan apa yang telah dianugerahkan kepada kita untuk menjadi berkat bagi orang lain dalam hidup ini. Bukan malah tergoda dengan milik orang lain dengan segala kelebihannya dan berusaha merampasnya. Mungkin inilah alasan kenapa suku Dan seolah tak diberkati oleh Allah. Mungkin ini pula alasan kenapa tidak kurang kehidupan anak bangsa ini sering mengalami musibah, keterpurukan, dan masalah. Ya, bila kemerosotan rohani dan moral semakin menuju ke titik nadir terendah dengan dampak-dampaknya yang merugikan, yang senantiasa terjadi seperti apabila Israel melupakan perjanjian mereka dengan Allah dan mulai mengikuti berhala dan kebejatan! Karena itu, janganlah menganggap remeh keadilan Allah. Karena apa yang ditaburkan orang, itu juga yang akan dituainya! AMIN! 



*By : Kristinus Unting (KU)
"MULIAKANLAH TUHAN DENGAN HARTAMU
( LAYA'EN SI EMPUNG WITU U NANU'MU ).

* Baca nas PL Amsal 3 : 9 -10 ( Maca u nas ta'ad urẽ Amsal tedu : siouw wo akad mapudu )

₉ Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu,( Laya'ken Si Empung witu u Nanumu wo witu kinaile'kan ketarẽ un waya pakaile'kenmu )
₁₀ Maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan benjana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anngurnya. ( U Sabuah wẽne un ti'nau'wan akad mapuding ka sio'sio'na, wo u tampa pa'pusanmu akad tu masẽlew lako witu doud anggorna ).

Renungan nas : ( Ung tarnemen nas).

*Buah sulung adalah hasil pertama tahun ini , mungkin selama ini pengertian buah sulung kita adalah persepuluhan, jangan hanya persepuluhan ,tetapi kita harus memberikan lebih dari perpuluhan. ( Wua'na ketarẽ na'an kinaile'kan ketarẽ u taon ni'nya,tareman ung kadou' ni'nya pinagartian u wua'na ketarẽ nikita na'an sene'mapuduan , ta'kan man senemapuduan, ta'an nikita mestimo ma'wẽlako lebẽ u mapuduan.)
*Kalau Tuhan ingatkan untuk memberikan seluruhnya , taat dan berikan semuanya, maka saudara akan diberkati berlimpah-limpah. ( Sa Si Empung maingaten witu mawẽ lako u wayana, ilẽlẽ kepaadNa wo iwẽlako u waya niitu, wo katuari make'ẽleklako u kamang kasio'siona. )
*Saudara akan mengalami pemulihan , multiplikasi, kelimpahan dan promosi, dan semua ini menjadi bagian dalam hidup saudara ( Se katuari makei'lek ung pawoasan ,mekesiona,mekesẽlew wo pa'iayaten, wo waya ni'nya minamoalimo u katouwan ne katuari )........udit tanunitu.......syahlom.......tabea katuari......gbu.

BERDOALAH SAMPAI SESUATU TERJADI

[P.U.S.H. = Pray Until Something Happens!]

Seorang laki-laki sedang tidur di pondoknya ketika kamarnya tiba-tiba menjadi terang, dan nampaklah Sang Juruselamat. Tuhan berkata padanya bahwa ada pekerjaan yang harus dilakukannya. Lalu Tuhan menunjukkan padanya sebua batu besar di depan pondoknya. Tuhan menjelaskan bahwa ia harus mendorong batu itu dengan seluruh kekuatannya. Hal ini dikerjakan laki-laki itu setiap hari.

Bertahun- tahun ia bekerja sejak matahari terbit sampai terbenam, pundaknya sering menjadi kaku menahan dingin, ia kelelahan karena mendorong dengan seluruh kemampuannya. Setiap malam laki-laki itu kembali ke kamarnya dengan sedih dan cemas, merasa bahwa sepanjang harinya kosong dan tersia-sia.

Ketika laki-laki itu mulai putus asa, si Iblispun mulai mengambil bagian untuk mengacaukan pikirannya "Sekian lama kau telah mendorong batu itu tetapi batu itu tidak bergeming. Apa kau ingin bunuh diri? Kau tidak akan pernah bisa memindahkannnya." Lalu, ditunjukkannya pada laki-..... baca selengkapnya di: http://www.nomor1.com/ronagla14/Berdoalah-Sampai-Sesuatu-Terjadi.htm
http://www.nomor1.com/ronagla14
[P.U.S.H. = Pray Until Something Happens!] Seorang laki-laki sedang tidur di pondoknya ketika kamarnya tiba-tiba menjadi terang, dan nampaklah Sang Juruselamat. Tuhan berkata padanya bahwa ada pekerj....
MENGUBUR MENTAL FARISI (Renungan Iman GKE - Minggu, 01 Juli 2012)

Matius 21:28-32

Perumpamaan tentang dua orang anak dalam nas ini adalah perumpamaan yang disampaikan oleh Yesus sendiri. Perumpamaan ini disampaikan-Nya dalam rangka mengkoreksi sikap hidup keagamaan orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat. Dalam perumpamaan ini, Yesus membentangkan tentang seseorang yang memiliki dua anak laki-laki. Ia meminta anak yang sulung untuk bekerja di kebun anggurnya. Anak yang sulung pun berkata “Ya”, tetapi ia tidak pergi. Kemudian orang tersebut pergi kepada anak yang bungsu dan meminta hal yang sama. Anak yang bungsu berkata “Tidak”, tetapi kemudian ia menyesal dan akhirnya pergi juga bekerja ke kebun anggur (ay. 28-30).

Saudara, apa sebenarnya yang hendak dikatakan Yesus melalui perumpamaan-Nya ini? Nah, ini! Ada dua perbedaan yang sangat kontras dalam cara hidup keagamaan. Pertama, seperti yang dicontohkan dalam perumpamaan anak yang pertama, hanya sebatas “Ya” dalam mulut, tetapi tidak melaksanakan! Yang ke dua, seperti dicontohkan dalam perumpamaan anak yang ke dua, awalnya “Tidak” (menolak), tetapi kemudian ia menyesal (bertobat), dan akhirnya ia mengerjakannya dengan tindakan nyata! Dari perumpamaan Yesus ini, secara tersirat hendak mengatakan bahwa sikap hidup keagamaan orang Farisi dan ahli-ahli taurat itu, persis seperti yang diwakili oleh anak pertama dalam perumpamaan ini. Hanya “Ya” dalam ucapan, tetapi tidak benar dalam praktek atau tindakan. Hanya “Ya” dalam ibadah yang seremonila, tetapi tidak dalam hidup sosial.

Saudara, hampir setiap kali kita membaca tentang orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat dalam Alkitab, selalu kita memperoleh kesan yang negatif. Negatif, karena sikap yang mereka tunjukan. Yang merasa paling saleh. Yang merasa sudah sempurna dalam menjalankan hukum-hukum agama, dan layak jadi penghuni sorga! Yang lain berdosa, calon penghuni neraka! Dalam Alkitab, khususnya dalam kitab-kitab Injil kita dapat melihat beberapa di antaranya sikap mereka.

Pertama: mereka selalu menganggap dirinya benar, suci dan istimewa. Paling benar dalam menjalankan perintah agama. Yang lain kafir dan berdosa! Yang perlu dijauhi, supaya tidak terjangkit virus dosanya! Ya, agama yang hanya berfungsi sebagai sarana mengukur kesalehan rohani pribadi atau kelompok sendiri. Ya, agama yang hanya sebagai alat untuk menghakimi orang lain. Kita juga dapat membaca bahwa mereka suka memamerkan kesalehannya, merasa paling berharga, harus dihargai dan dihormati. Bukan sebaliknya! Ingin dihargai dan dihormati itu sendiri sebenarnya adalah sesuatu yang wajar. Setiap orang wajar menginginkannya. Wajar untuk mendapatkannya. Tapi masalahnya, bila hanya ingin dihargai dan dihormati tetapi tidak perrnah menghargai orang lain?! Mengejar kebenaran atau kesucian itu juga seharusnya dilakukan setiap orang. Bahkan hal tersebut justru dianjurkan oleh Tuhan. Tapi masalahnya, apabila selalu menganggap diri benar, menganggap diri sendirilah yang suci lalu menjadi alat untuk menghakimi bahwa orang lain selalu salah, kelompok lain tidakselalu tidak benar?

Kedua: Mereka adalah orang-orang yang selalu mencari kesalahan orang lain, tatapi mereka sendiri tidak pernah mengakui dan menyadari kesalahan, kelemahan dan dosa-dosa mereka. Wah...wah...wah...! Celakanya lagi bila sampai merasa diri tidak pernah salah, tidak pernah keliru, tidak pernah berdosa. Waduh...ini pasti kesombongan namanya. Kemunafikan istilahnya! Jika mental Farisi dan Ahli Taurat semacam ini sampai melanda persekutuan gereja, tentu tidak mungkin ada persekutuan yang balk, tidak mungkin adanya saling mengasihi. Yang ada tentulah saling membenarkan diri, saling menyalahkan, saling merasa berharga, dan seterusnya... Saudara, selalu suka mencari kelemahan dan kesalahan orang lain sebenarnya adalah ungkapan perasaan hati terselubung yang dihiasi sifat dengki dan kebencian secara menyamar. Sifat yang pada dasarnya hanya untuk menutupi kekurangan diri sendiri. Takut karena perasaan tersisih, tersaingi atau merasa kalah dari orang lain.

Saudara, apabila kita mencari kesalahan orang lain, ya memang selalu ada. Semakin kita mencari kesalahan dan kekurangan orang lain, ya tentu semakin banyak yang kita dapatkan. Andaikata hal demikian kita lakukan, sebaiknya kita menyadari, apakah saya juga tidak memiliki kekurangan-kekurangan, kesalahan-kesalahan atau juga dosa-dosa? Jangan-jangan kesalahan, kelemahan dan dosa kitea jauh lebih besar dari orang lain! Ibaratkan telunjuk kita, jika menunjuk ke arah oorang lain, makea pada saat yang sama kits harus menyadari bahwa masih ada tiga bahkan empat jari yang lain menunjuk ke arah diri kita. Melalui kebenaran firman Tuhan ini kita diingatkan supaya menjalani hidup secara baik dan positif. Tidak terlalu suka mencari kelemahan dan kesalahan orang lain. Orang dapat menghargai kita sebenarnya juga tergantung dari cara kita menghargai orang lain. Orang menjadi senang itu pun tergantung dari apa yang kita laku¬kan sehingga orang menjadi senang.

Karena itu marilah kita mengoreksi diri masing-ma¬sing, kita bercermin dari terang kebenaran firman Tuhan ini, supaya jika ada mental Farisi dan Ahli Taurat menghinggapi persekutuan kita, akan kita kubur dalam-dalam. Dan jika ada, maka juga langkah paling bijaksana yang harus dilakukan adalah "per¬tobatan". Bertobat berarti kita bersedia menanggalkannya, lalu menguburnya dalam-dalam kemudian mengarahkan hidup kita pada jalan hidup yang berkenan kepada Tuhan. Pada dasarnya tidak ada seorang manusia juapun di dunia ini (kecuali Yesus) yang tidak pernah keliru, tidak pernah melakukan kesalahan. Tetapi itu tidak mengapa, andai ada pertobatan. Yesus sendiri berkata: "Demikian juga akan ada sukacita di sorga karma satu orang berdosa yang bertobat, lebih daripada sukacita karna sembila puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan" (Luk.15:7). AMIN! 


* By : Krstinus Unting (KU)
BILA VIRUS CINTA TELAH MELANDA! (Renungan Iman GKE – Senin, 02 Juli 2012)

Hakim-Hakim 16:5-22)

Cinta.... Oh, siapa yang tidak kenal istilah itu? Bukankah dari yang tua hingga orang muda rata-rata mengetahuinya? Ya, sesuatu yang memang dimiliki oleh setiap insan manusia. Anugerah dari yang Maha Kuasa. Cinta... oh, semacam misteri. Entah kapan datangnya dan bagaimana perginya, tak dapat diduga. Cinta memang dapat membawa bahagia, bila ia melanda seakan “dunia ini hanya milik kita berdua”. Demikian orang-orang menggambarkannya. Tapi celakanya, sering juga membawa bencana, meninggalkan luka mendalam tak ada obatnya. Rasa kecewa tiada tara!

Cinta...Oh, bila ia melanda, simaklah syair lagu “Buah Karuhei” dalam bahasa Dayak Ngaju, untuk menggambarkannya: “ (Bait 1): Jaka dia haranan ranggau, dia manjadi sarangan antang. Jaka dia karana ikau, dia manjadi atei ku pusang! (bait 2): Due katelo dia kan tana, gantung uru je bara parei, due katelo dia hasupa, angat bagetu je jantung atei. (Ref.): Kai angat buah karuhei, kuman hanjewu dia halemei. Batang danom nyewut ku sungei, bilak tau mimbit pampatei.”

Cinta... Oh, bila ia melanda, tak perduli tua atau muda. Miskin atau kaya. Tak perduli apakah Anda orang biasa atau pejabat negara. Rohaniawan atau seorang pendosa! Entah berapa banyak sudah manusia di dunia ini yang jadi korban! Dan uniknya bila ia melanda, maka orang akan dibuatnya seolah menjadi buta walau punya mata. Apa pun akan diberikan. Apa pun akan dilakukan untuk cinta. Apa pun akan dikorbankan demi mendapatkannya. Bahkan tidak jarang, iman pun dijual separoh harga demi cinta! Pokoknya tak perduli apa kata orang. Nasihat apa pun diberikan seolah tak ada artinya.

Cinta... bila ia melanda, orang seakan tak perduli nilai moral dan etika, tabrak sini tabrak sana. Tidak jarang, kebahagiaan rumah tangga orang lain pun dirampas untuk mendapatkannya. Logika pun nda jalan, yang ada hanyalah rasa. Lebih celaknya bila ia melanda, yang sudah ubanan pun sekan tak merasa berdosa mengaku bujangan, walau cucunya segudang! Tidak tanggung-tanggung, Alkitab sendiri menggambarkan cinta itu seperti nyala api yang tak terpadamkan. Cinta kuat seperti maut! (bdk. Kidung Agung 8:5-7).

Saudara, hal ini juga pernah terjadi kepada seorang tokoh dalam nas ini. Seorang tokoh, seorang pemimpin. Seorang yang diurapi Tuhan untuk suatu tugas mulia membebaskan bangsa Israel atas penindasan orang Filistin! Siapa lagi kalau bukan si Simson sang Hakim. Dan lihatlah ketika virus cinta itu melanda, apa yang terjadi?! Walau dinasihati oleh ayah bundanya, tapi ia tetap memaksa! Dan lihatlah ketika ia dikecewakan cintanya! Tindakan brutal tak terkendali dilakukannya.

Dan lihatlah juga, bahwa orang seperkasa Simson pun seolah taklut berlutut hanya oleh seorang perempuan sundal. Sesuatu yang mestinya sangat rahasia tak boleh diketahui oleh siapa pun diberitahukannya. Dan apa dinyana, rahasia kekuatannya pun terungkap. Sang raksasa kini tak ubahnya bagai anak kambing tak berdaya yang dibawa ke pembantaian! Kuasa Tuhan pun diambil dari padanya!

Saudara, cinta memang kebutuhan setiap manusia. Bisa membuat manusia berbahagia karenanya. Namun cinta juga berbahaya. Entah berapa banyak rumah tangga yang berantakan dibuatnya? Damai sejahtera dan kebahagiaan awalnya, namun kemelaratan, luka rasa dan air mata tak terhingga akhirnya?! Karena itu saudara, berhati-hatilah soal cinta. Hargailah cinta yang agung anugerah Tuhan itu.

Jadikanlah cinta membuat kita lebih bergairah dan sebagai inspirasi kreativ dalam hidup. Bukan malah jadi korban karena hawa nafsu yang tak terkendali. Atau menjual harga diri karena manisnya terbius janji-janji. Bagi orang-orang muda, pertimbangkan dengan baik sebelum memilih pasangan hidup. Berdoalah kepada Tuhan memohon petunjuk. Bukan hanya mengandalkan rasa tanpa logika. Atau hanya menyalahkan Tuhan atas pilihan-pilihan kita yang tidak tepat, “Tuhan, kenapa Engkau biarkan kekasihku diambil orang?”

Hargai, pertanggungjawabkanlah, dan lestarikanlah cinta yang Tuhan anugerahkan kepada kita. Setia dan kasihilah kekasih kita. Janganlah segala anugerah Tuhan yang begitu indah dirusakkan oleh pilihan hawa nafsu yang salah. Atau segalanya jadi berantakan oleh cinta yang buta, karena logika sudah nda jalan! AMIN! 



* By : Kristinus Unting (KU)
TUNJUKANLAH PADA DUNIA BAHWA ANDA MASIH BISA! (Renungan Iman GKE – Selasa, 03 Juli 2012)

Hakim-Hakim 16:22-31

Ada pepatah mengatakan: “Apa yang ditaburkan orang, itu juga yang akan dituainya." Itu juga yang dialami Simson sang perkasa. Simson menabur hawa nafsunya, akibatnya ia menuai kebinasaan yang menyedihkan. Matanya dicungkil sehingga ia menjadi buta (Hakim-hakim 16:21). Simson yang artinya “matahari kecil”, justru ia sekarang tidak bisa melihat matahari. Iadimasukkan ke dalam penjara oleh orang-orang Filistin,menjadi budak dan kerjanya sehari-hari ialah menggiling gandum, terbelenggu dengan 2 rantai tembaga (Hakim-hakim 16:21). Yang tidak kalah menyedihkan, Simson juga dijadikan pelawak oleh orang-orang Filistin, berdiri diantara tiang-tiang dipermalukan secara habis-habisan (Hakim-hakim 16:25).

Oh, sungguh malangnya nasib Simson. Dulu perkasa, sekarang tidak punya kekuatan apa-apa. Dulu dengan tangan kosong, ia mampu melumpuhkan singa. Singa tersebut dicabik-cabiknya seperti mencabik-cabik seekor kambing. Dengan tulang rahang keledai, Simson mampu mengalahkan 1000 orang Filistin. Namun sekarang, disiksa, jadi budak, dan dijadikan pelawak tontonan. Oh, betapa luka hati mendalam terdengar di telinga luapan kegembiraan orang Filistin melalui penderitaan Simson, membuat mereka mengagungkan allah yang mereka sembah, diawali dengan perayaan korban sembelihan kepada allah mereka yang bernama “Dagon” dengan berkata “telah diserahkan oleh allah kita kedalam tangan kita Simson musuh kita.” Mereka memandang kekalahan Simson menjadi kegembiraan sangat luar biasa. (ay 24-25)

Hari-hari hidupnya bagaikan gelap saja, tak bisa menikmati indahnya pemandangan, karena kedua matanya sekarang buta. Entahlah hatinya, andai kita yang rasa betapa luka dikhianati oleh orang yang dicinta, yang justru ikut menikam dari belakang menghancurkan segalanya! Tak ada lagi yang tersisa! Allah pun seolah membiarkannya seorang diri. Oh, andai itu terjadi pada kita, entah apa rasa kita, entah apa yang akan kita lakukan. Tapi tunggu dulu, cerita tentang Simson tidak hanya terhenti sampai di sini. Masih ada sisi lain yang mebuat kita harus berdecak kagum, hormat, dan menjadi bahan perenungan yang medalam untuk lebih bijak menjalani kehidupan!

Saudara. Dari semua cerita pahit yang dialaminya, dari cerita cinta yang membawa luka, dan dari kabut dosa yang menghiasi kisah hidupnya mejadi suram, masih ada hal indah yang tersisa. Apa itu? Nah ini! Pertama, sikap bertobat dan iman yang dibaharui kepada Allah. Ia masih memiliki iman kepada Allah yang disembah dan dipercaya pasti menolongnya. Kedua, ia memiliki semangat hidup. Ia tidak ingin menyerah dan mati konyol begitu saja. Ia punya niat luhur untuk menutup sisa hidupnya dengan manis(ay. 26-30). Ketiga, ia berdoa memohon dan tetap bersandar kekuatan dari Allah. (ay.28). Allah mendengar doa Simson, ia mendapatkan kekuatannya kembali. Luar biasa pertolongan Allah kepada setiap orang yang mengandalkan-Nya. Lihatlah dalam catatan Alkitab, justru pada akhir hidupnya yang mengandalkan Allah, Simson akhirnya membunuh 3000 orang Filistin yang mati dibunuhnya, lebih banyak daripada yang dibunuhnya pada waktu hidupnya (ay. 16:28-30).

Saudara, di dunia ini banyak orang yang kecewa dan putus asa dalam hidupnya. Terlebih bila dalam keadaan terpuruk dalam kejatuhannya, kecewa atas pengkhianatan, perasaan bersalah atas perbuatan dosa yang pernah dilakukan. Terlebih bila dirasanya seolah doa sudah tidak terjawab dan seolah Tuhan sudah meninggalkan. Maka yang terjadi, orang lalu ingin cepat mengakhiri hidupnya dengan cara yang mengenaskan tidak terpuji. Setan bersorak, sementara ia mengakhiri hidupnya, pintu neraka semakin terbuka! Berbeda dengan Simson, ia menutup hidupnya dengan manis. Ia pantas disebut pahlawan bangsanya dan teladan bagi setiap orang beriman dalam mengakhiri pertandingan kehidupan. Mungkin pengalaman suram kehidupan Simson adalah pengalaman hidup Anda juga. Ya, semasih ada waktu bertobatlah. Milikilah semangat hidup, pantang menyerah sampai tetes darah penghabisan. Buktikan pada dunia bahwa Anda masih bisa! AMIN! 



*By : Kristinus Unting (KU).